Besi Beton 19 mm
Besi beton diameter 19 mm punya luas nominal 284 mm² dan berat nominal 2,226 kg/m, jadi satu batang 12 m beratnya 26,71 kg. Angka ini sama untuk besi polos (P19) dan besi ulir atau sirip (S19).
Geser tabel ke samping
| Besaran | P19, polos (BjTP) | S19, sirip/ulir (BjTS) |
|---|---|---|
| Diameter nominal (mm) | 19 | 19 |
| Luas nominal (mm²) | 284 | 284 |
| Berat nominal per meter (kg/m) | 2,226 | 2,226 |
| Berat per batang 12 m (kg) | 26,71 | 26,71 |
| Tinggi sirip melintang minimum (mm) | - | 1 |
| Tinggi sirip melintang maksimum (mm) | - | 1,9 |
| Jarak sirip melintang maksimum (mm) | - | 13,3 |
| Jumlah lebar dua sirip membujur maksimum (mm) | - | 14,9 |
| Toleransi berat per batang (±%) | - | 5 |
Sumber: Lampiran II Surat Edaran Direktur Jenderal Bina Konstruksi Nomor 47/SE/Dk/2026 tentang Tata Cara Penyusunan Perkiraan Biaya Pekerjaan Konstruksi Bidang Pekerjaan Umum, 'Acuan dalam Penyusunan AHSP', Tabel A.5.a dan A.5.b, Tabel A.5.a, hal. PDF 7; Tabel A.5.b, hal. PDF 7, diakses 17 Okt 2026; Nasautama, S.S. & Sitompul, M. (2022). Analisis Kebutuhan Tulangan dan Tulangan Sisa (Waste) Pekerjaan Struktur Kolom, Balok dan Pelat Lantai Proyek Pembangunan Pasar Baru Kabupaten Mandailing Natal. PORTAL: Jurnal Teknik Sipil 14(2), Politeknik Negeri Medan, tabel BjTP, hal. PDF 3; Tabel 2.3, hal. PDF 3-4, diakses 15 Okt 2026; Purwanto, S.H. (2021). Evaluasi Karakteristik Baja Tulangan Beton di Malang Raya Berdasarkan Standar SNI 2052-2017. Jurnal APTEK 13(2): 59-68, Tabel 1 dan Tabel 2, hal. 61, diakses 15 Okt 2026
Hitungan dari tabel di atas
Contoh: P19 / S19 seberat 2,226 kg/m. Satu batang 12 m beratnya 26,71 kg, jadi 1 ton (1.000 kg) setara sekitar 37,4 batang 12 m. Dibanding Besi beton 16 mm (1,578 kg/m), Besi beton 19 mm lebih berat 41,1%. Dibanding Besi beton 22 mm (2,984 kg/m), Besi beton 19 mm lebih ringan 25,4%.
Geser tabel ke samping
| Varian | Berat per meter(kg/m) | Panjang 6 m(kg) | Panjang 12 m(kg) | Batang 12 m per ton(batang) |
|---|---|---|---|---|
| P19 / S19 | 2,226 | 13,36 | 26,71 | 37,4 |
Sumber: Lampiran II Surat Edaran Direktur Jenderal Bina Konstruksi Nomor 47/SE/Dk/2026 tentang Tata Cara Penyusunan Perkiraan Biaya Pekerjaan Konstruksi Bidang Pekerjaan Umum, 'Acuan dalam Penyusunan AHSP', Tabel A.5.a dan A.5.b, Tabel A.5.a, hal. PDF 7; Tabel A.5.b, hal. PDF 7, diakses 17 Okt 2026; Nasautama, S.S. & Sitompul, M. (2022). Analisis Kebutuhan Tulangan dan Tulangan Sisa (Waste) Pekerjaan Struktur Kolom, Balok dan Pelat Lantai Proyek Pembangunan Pasar Baru Kabupaten Mandailing Natal. PORTAL: Jurnal Teknik Sipil 14(2), Politeknik Negeri Medan, tabel BjTP, hal. PDF 3; Tabel 2.3, hal. PDF 3-4, diakses 15 Okt 2026; Purwanto, S.H. (2021). Evaluasi Karakteristik Baja Tulangan Beton di Malang Raya Berdasarkan Standar SNI 2052-2017. Jurnal APTEK 13(2): 59-68, Tabel 1 dan Tabel 2, hal. 61, diakses 15 Okt 2026
Catatan dan batasan data
- Tim Redaksi Ruang Teknik. Angka dicocokkan dengan sumber yang dikutip di halaman ini; untuk desain dan pengadaan, tetap rujuk dokumen resmi dan katalog edisi terbaru.
- Berat per batang 12 m mengikuti kolom berat per batang Lampiran II SE Dirjen Bina Konstruksi 47/SE/Dk/2026, yaitu berat nominal dikali 12 dengan pembulatan sumber.
- Sel bertanda - pada kolom polos berarti besaran itu tidak berlaku untuk batang polos (ukuran sirip dan toleransi hanya ditabelkan untuk BjTS).
- Diagram penampang hanya menunjukkan arti simbol; gambar tidak berskala.