Kalkulator Beton dan Besi Tulangan
Kalkulator beton ini menghitung volume beton, kebutuhan semen, pasir, kerikil, dan air per mutu beton, serta panjang, berat, dan jumlah batang besi tulangan dari ukuran pelat, balok, kolom, atau pondasi telapak. Koefisien bahan diambil dari AHSP Permen PUPR 8/2023 yang berlaku.
Hasil
Isi masukan lalu tekan Hitung.
Hasil adalah perkiraan kebutuhan bahan, bukan desain struktur. Ukuran dan tulangan elemen struktur tetap dihitung insinyur.
Cara menghitung kebutuhan besi bangunan rumah dan bahan beton
Beton kalkulator ini memakai dua langkah: volume elemen dikalikan koefisien bahan per 1 m³, lalu panjang tulangan tiap diameter dikalikan berat nominal per meter.
Rumus
Volume dan bahan beton
Keterangan simbol
| Simbol | Arti | Satuan SI |
|---|---|---|
| Volume beton (semua elemen) | m³ | |
| Panjang, lebar, tebal (atau b dan h penampang) | m | |
| Jumlah elemen | - | |
| Koefisien bahan per 1 m³ (semen, pasir, kerikil, air) | kg/m³, L/m³ | |
| Berat satu sak semen (40 atau 50 kg) | kg | |
| Bobot isi (pasir 1400, kerikil 1350) | kg/m³ |
Acuan: Permen PUPR 8/2023 Lampiran B, U.4.1 dan U.4.2 (koefisien) serta catatan di bawah tabel U.4.1.a (bobot isi).
Rumus
Panjang, berat, dan batang besi
Keterangan simbol
| Simbol | Arti | Satuan SI |
|---|---|---|
| Jumlah batang anyaman atau sengkang | - | |
| Bentang yang dipasangi tulangan dan jarak antartulangan | m | |
| Panjang satu batang atau keliling satu sengkang | m | |
| Panjang total per diameter | m | |
| Berat nominal per meter (tabel SNI 2052:2017) | kg/m | |
| Berat besi | kg |
Acuan: Lampiran II SE Dirjen Bina Konstruksi 47/SE/Dk/2026, Tabel A.5.a dan A.5.b (berat nominal, mengacu SNI 2052:2017); koefisien bahan penulangan Permen PUPR 8/2023 U.4.6.
Koefisien bahan per 1 m³ beton
Geser tabel ke samping
| Kode | fc'(MPa) | Metode | Semen(kg) | Pasir(kg) | Kerikil(kg) | Air(liter) |
|---|---|---|---|---|---|---|
| U.4.1.a | 10 | manual, slump (100±25) mm, agregat maks. 19 mm | 267 | 871 | 1.009 | 202 |
| U.4.1.b | 15 | manual, slump (100±25) mm, agregat maks. 19 mm | 306 | 832 | 1.009 | 202 |
| U.4.1.c | 17 | manual, slump (100±25) mm, agregat maks. 19 mm | 322 | 817 | 1.009 | 202 |
| U.4.1.d | 20 | manual, slump (100±25) mm, agregat maks. 19 mm | 348 | 790 | 1.009 | 202 |
| U.4.1.e | 21 | manual, slump (100±25) mm, agregat maks. 19 mm | 368 | 770 | 1.009 | 202 |
| U.4.2.a.1.1 | 10 | semi-mekanis, W/C 0,7 | 279 | 873 | 909 | 195 |
| U.4.2.a.1.2 | 15 | semi-mekanis, W/C 0,666 | 293 | 850 | 921 | 195 |
| U.4.2.a.2.1 | 10 | semi-mekanis, slump (100±25) mm, agregat maks. 19 mm | 267 | 871 | 1.009 | 202 |
| U.4.2.a.2.2 | 15 | semi-mekanis, slump (100±25) mm, agregat maks. 19 mm | 306 | 832 | 1.009 | 202 |
| U.4.2.a.2.3 | 17 | semi-mekanis, slump (100±25) mm, agregat maks. 19 mm | 322 | 817 | 1.009 | 202 |
| U.4.2.b.1.1 | 20 | semi-mekanis, W/C 0,591 | 330 | 818 | 922 | 195 |
| U.4.2.b.1.2 | 25 | semi-mekanis, W/C 0,509 | 383 | 764 | 934 | 195 |
| U.4.2.b.1.3 | 30 | semi-mekanis, W/C 0,455 | 428 | 731 | 930 | 195 |
| U.4.2.b.1.4 | 35 | semi-mekanis, W/C 0,412; semen 379 kg lebih kecil daripada fc' 30 MPa (428 kg) karena air yang tertulis juga lebih sedikit (156 liter, mutu lain 195 liter). Angka sesuai cetakan Permen PUPR 8/2023; cek rancangan campuran sebelum dipakai | 379 | 698 | 925 | 156 |
| U.4.2.b.2.1 | 20 | semi-mekanis, slump (100±25) mm, agregat maks. 19 mm | 348 | 790 | 1.009 | 202 |
| U.4.2.b.2.2 | 21 | semi-mekanis, slump (100±25) mm, agregat maks. 19 mm | 368 | 770 | 1.009 | 202 |
| U.4.2.b.2.3 | 25 | semi-mekanis, slump (100±25) mm, agregat maks. 19 mm | 407 | 731 | 1.009 | 202 |
| U.4.2.b.2.4 | 28 | semi-mekanis, slump (100±25) mm, agregat maks. 19 mm | 437 | 701 | 1.009 | 202 |
| U.4.2.b.2.5 | 30 | semi-mekanis, slump (100±25) mm, agregat maks. 19 mm | 457 | 681 | 1.009 | 202 |
| U.4.2.b.2.6 | 31 | semi-mekanis, slump (100±25) mm, agregat maks. 19 mm | 468 | 671 | 1.009 | 202 |
| U.4.2.b.2.7 | 35 | semi-mekanis, slump (100±25) mm, agregat maks. 19 mm | 509 | 629 | 1.009 | 202 |
Sumber: Permen PUPR 8/2023 Lampiran B, U.4.1 dan U.4.2, diakses 15 Okt 2026
Geser tabel ke samping
| Mutu | fc'(MPa) | Semen(kg) | Pasir(kg) | Kerikil(kg) | Air(liter) |
|---|---|---|---|---|---|
| K100 | 7,4 | 247 | 869 | 999 | 215 |
| K125 | 9,8 | 276 | 828 | 1.012 | 215 |
| K150 | 12,2 | 299 | 799 | 1.017 | 215 |
| K175 | 14,5 | 326 | 760 | 1.029 | 215 |
| K200 | 16,9 | 352 | 731 | 1.031 | 215 |
| K225 | 19,3 | 371 | 698 | 1.047 | 215 |
| K250 | 21,7 | 384 | 692 | 1.039 | 215 |
| K275 | 24,0 | 406 | 684 | 1.026 | 215 |
| K300 | 26,4 | 413 | 681 | 1.021 | 215 |
| K325 | 28,8 | 439 | 670 | 1.006 | 215 |
Mutu ini tidak dimuat pedoman berlaku. Disajikan untuk perbandingan dengan gambar kerja atau RAB lama.
Sumber: Permen PUPR 28/PRT/M/2016 dan Permen PUPR 1/2022 (keduanya sudah dicabut)
Asumsi dan batasan
- Hasil adalah perkiraan kebutuhan bahan untuk anggaran, bukan rancangan campuran (mix design) dan bukan desain struktur. Mutu beton di lapangan tetap ditentukan rancangan campuran dan uji sesuai SNI.
- Koefisien bahan adalah kebutuhan per 1 m³ beton dari AHSP Permen PUPR 8/2023 (U.4.1 manual, U.4.2 semi-mekanis). Seri mutu K hanya untuk perbandingan dengan pedoman lama yang sudah dicabut.
- Volume dihitung dari ukuran bersih elemen. Sisa bahan, susut, tumpahan, dan beton untuk bekisting yang bocor tidak ditambahkan.
- Pasir dan kerikil dalam m³ memakai bobot isi dari catatan di bawah tabel U.4.1.a Permen PUPR 8/2023, tanpa faktor pengembangan pasir. Bobot isi material di tempatmu bisa berbeda.
- Panjang tulangan tidak memasukkan kait, panjang penyaluran, sambungan lewatan, dan sisa potongan. Sengkang dihitung sebagai keliling inti penampang tanpa kait.
- Jumlah batang 12 m dibulatkan ke atas per diameter tanpa optimasi potongan. Berat memakai berat nominal tabel SNI 2052:2017; berat batang nyata boleh menyimpang dalam toleransi standar.
- Pondasi telapak memakai koefisien penulangan slab (U.4.6.a.1 dan U.4.6.a.2) karena Permen PUPR 8/2023 tidak memuat item penulangan khusus pondasi telapak.
Pertanyaan yang sering diajukan
Berapa sak semen untuk 1 m³ beton fc' 20 MPa?
Menurut Permen PUPR 8/2023 item U.4.1.d (pembuatan beton manual), 1 m³ beton fc' 20 MPa membutuhkan 348 kg semen, setara 8,7 sak 40 kg atau 6,96 sak 50 kg. Pembelian dibulatkan ke atas menjadi 9 sak 40 kg atau 7 sak 50 kg.
Berapa m³ pasir dan kerikil untuk 1 m³ beton?
Untuk fc' 20 MPa manual (U.4.1.d) koefisiennya 790 kg pasir dan 1.009 kg kerikil. Dengan bobot isi pada catatan tabel U.4.1.a (pasir 1.400 kg/m³, kerikil 1.350 kg/m³), hasilnya sekitar 0,564 m³ pasir dan 0,747 m³ kerikil. Faktor pengembangan pasir yang juga tertulis di catatan itu tidak diterapkan kalkulator ini.
Apakah mutu K-225 masih ada di pedoman AHSP yang berlaku?
Tidak. Permen PUPR 8/2023 hanya memuat mutu fc' 10, 15, 17, 20, 21, 25, 28, 30, 31, dan 35 MPa. Seri K100 sampai K325 (fc' 7,4 sampai 28,8 MPa) berasal dari Permen PUPR 28/2016 dan 1/2022 yang sudah dicabut, jadi kalkulator menampilkannya dengan label pedoman lama.
Kenapa kebutuhan besi lebih besar dari berat tulangan?
Permen PUPR 8/2023 item U.4.6 menetapkan 1,02 kg besi untuk setiap 1 kg pekerjaan penulangan, ditambah kawat bendrat 0,015 kg per kg untuk pelat (U.4.6.a.1) dan 0,028 kg per kg untuk kolom dan balok (U.4.6.a.3). Kalkulator menampilkan berat bersih dan kebutuhan menurut koefisien itu secara terpisah.
Bagaimana cara menghitung kebutuhan besi bangunan rumah?
Jumlahkan panjang tulangan tiap diameter (jumlah batang dikali panjang elemen, ditambah sengkang), kalikan dengan berat nominal per meter dari tabel SNI 2052, lalu hitung jumlah batang 12 m per panjang potong: berapa potong muat dalam satu batang, lalu jumlah potong dibagi angka itu dan dibulatkan ke atas. Membagi total panjang dengan 12 m saja memberi angka terlalu kecil karena sisa potongan terbuang. Contoh pelat 4 x 3 m dengan anyaman P10 jarak 15 cm satu lapis: 165 m x 0,617 kg/m = 101,81 kg, atau 14 batang 12 m. Jumlah dan diameter tulangan struktur tetap ditentukan perhitungan insinyur.
Sumber
- Peraturan Menteri PUPR Nomor 8 Tahun 2023 tentang Pedoman Penyusunan Perkiraan Biaya Pekerjaan Konstruksi Bidang Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (membuka tab baru) JDIH Kementerian PU, diakses 15 Oktober 2026
- Lampiran II Surat Edaran Direktur Jenderal Bina Konstruksi Nomor 47/SE/Dk/2026 tentang Tata Cara Penyusunan Perkiraan Biaya Pekerjaan Konstruksi Bidang Pekerjaan Umum, 'Acuan dalam Penyusunan AHSP', Tabel A.5.a dan A.5.b (membuka tab baru) Direktorat Jenderal Bina Konstruksi, Kementerian PU, diakses 17 Oktober 2026
- Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 55 Tahun 2024 tentang Pemberlakuan SNI untuk Baja Tulangan Beton secara Wajib (ditetapkan 15 Oktober 2024) (membuka tab baru) peraturan.go.id, diakses 15 Oktober 2026
- Peraturan Menteri PUPR Nomor 1 Tahun 2022 tentang Pedoman Penyusunan Perkiraan Biaya Pekerjaan Konstruksi Bidang PUPR (dicabut) (membuka tab baru) JDIH Kementerian PU, diakses 15 Oktober 2026
- Peraturan Menteri PUPR Nomor 28/PRT/M/2016 tentang Pedoman Analisis Harga Satuan Pekerjaan Bidang Pekerjaan Umum (dicabut) (membuka tab baru) JDIH Kementerian PU, diakses 15 Oktober 2026
- Halaman produk semen kantong (kemasan zak 40 kg dan 50 kg) (membuka tab baru) SIG (PT Semen Indonesia (Persero) Tbk), diakses 15 Oktober 2026
Berat nominal besi per meter memakai tabel SNI 2052:2017 sebagaimana dikutip SE Dirjen Bina Konstruksi 47/SE/Dk/2026 (diakses 2026-10-17). Teks SNI tidak disalin.
Pemeriksaan sumber
Angka, rumus, dan tabel di halaman ini dicocokkan redaksi dengan sumber resmi yang dikutip, lengkap dengan edisinya.
Terakhir diperiksa 15 Okt 2026