Mesin • Panduan Lapangan

Ukuran Baut Metrik: Tabel Ulir, Kunci, dan Kelas

Tabel ukuran baut metrik M3 sampai M24: diameter, kisar ulir kasar dan halus, lebar kunci ISO dan DIN, arti kelas 8.8, plus cara mengukur baut di lapangan.

Oleh Tim Redaksi Ruang TeknikTerbit Diperbarui Diperiksa terhadap sumber

Kepala baut segi enam M12 dengan cap angka 8.8 dan logo produsen, tergeletak di atas batu
Baut segi enam M12 × 110 kelas 8.8 buatan Bulten AB (Swedia) dari era 1990-an. Kelas kekuatannya tercap di kepala, jadi bisa dibaca tanpa alat.Foto: R. Henrik Nilsson / Wikimedia Commons, CC BY 4.0
Ringkasan jawaban

Ukuran baut metrik ditulis huruf M lalu diameter, kisar, dan panjang dalam milimeter: M8 × 1,25 × 30 berarti diameter luar ulir 8 mm, jarak antarpuncak ulir 1,25 mm, dan panjang 30 mm diukur dari bawah kepala. Baut M8 dibuka kunci 13. Untuk M10, M12, M14, dan M22, kunci menurut ISO 4014/4017 adalah 16, 18, 21, dan 34 mm, sedangkan baut DIN 931/933 lama memakai 17, 19, 22, dan 32 mm.

Daftar isi

Kode ukuran baut metrik M8 × 1,25 × 30 dibaca begini: huruf M menandakan ulir metrik ISO, 8 adalah diameter luar ulir dalam milimeter, 1,25 adalah kisar (jarak dari satu puncak ulir ke puncak berikutnya) dalam milimeter, dan 30 adalah panjang baut dalam milimeter yang diukur dari bawah kepala sampai ujung. Karena 1,25 mm adalah kisar kasar baku untuk M8, kode yang sama sering ditulis lebih pendek menjadi M8 × 30. Untuk baut segi enam, ukuran baut M8 dibuka dengan kunci 13.

Halaman ini adalah tabel rujukan cepat ukuran baut M3 sampai M24 untuk teknisi, mekanik, dan pelaksana di lapangan: diameter, kisar ulir kasar dan halus, ukuran kunci menurut ISO dan DIN, luas tegangan tarik, sampai kelas kekuatan 4.6, 8.8, dan 10.9.

Cara membaca ukuran baut metrik

Ukuran baut metrik selalu memakai milimeter, dan urutan penulisannya tetap: diameter, kisar, lalu panjang. Pemisahnya bisa tanda kali (×) atau tanda hubung, sehingga M8 × 1,25 × 30 dan M8-1,25 × 30 berarti sama.

Gambar teknik baut segi enam M8 dengan garis ukur diameter, kisar, panjang, tinggi kepala, dan lebar kunci
Lima ukuran yang perlu kamu kenali pada baut segi enam M8 × 1,25 × 30. Hanya d, P, dan l yang tertulis di kode; lebar kunci s mengikuti standar kepala baut. Kredit: Ruang Teknik / Diagram buatan redaksi

Arti tiap bagian kode:

  • M dan diameter nominal (d). Angka setelah M adalah diameter luar ulir. Baut M6 berdiameter nominal 6 mm, baut M12 berdiameter 12 mm. Diameter ini adalah batas atas, jadi hasil ukur di puncak ulir baut biasanya sedikit lebih kecil dari angka nominal.
  • Kisar (P). Jarak aksial antara dua puncak ulir yang berdekatan. Kalau kisar tidak ditulis, yang dimaksud adalah kisar kasar baku menurut ISO 261 dan ISO 262. Kisar wajib ditulis bila bautnya berulir halus, misalnya M10 × 1,25.
  • Panjang (l). Untuk sebagian besar baut, termasuk baut kepala segi enam, panjang diukur dari bidang bawah kepala sampai ujung. Pengecualiannya baut kepala benam (countersunk): panjangnya diukur total termasuk kepala, karena kepala itu ikut masuk ke benda kerja.
  • Lebar kunci (s). Jarak antara dua sisi sejajar pada kepala segi enam. Angka ini tidak tertulis di kode karena ditentukan oleh standar kepala baut (ISO 4014/4017 atau DIN 931/933 lama).

Di belakang kode kadang ada tambahan seperti "-8.8" (kelas kekuatan) atau "6g" (kelas toleransi ulir luar). Huruf kecil (g, h) menandai ulir luar seperti pada baut, huruf besar (G, H) menandai ulir dalam seperti pada mur.

"Baut 10", "baut 12", "baut 14": diameter atau kunci?

Di toko besi dan bengkel, sebutan seperti baut 8, baut 10, baut 12, atau baut 14 tidak selalu berarti M8, M10, M12, atau M14. Angka itu bisa juga berarti ukuran kunci yang dipakai untuk membukanya. Contohnya, baut yang dibuka kunci 10 adalah M6 menurut ISO, dan baut yang dibuka kunci 13 adalah M8.

Ada jebakan lain. Kunci 12 dan kunci 14 tidak dipakai untuk kepala baut ISO 4014/4017 di rentang M3 sampai M24. Ukuran itu tercantum pada seri baut kepala segi enam kecil JIS B 1180 (lampiran tabel 2.1, edisi 1994): M8 berkunci 12 mm, M10 berkunci 14 mm, dan M12 berkunci 17 mm. Jadi kalau ada yang meminta "baut 12", tanyakan dulu: diameter 12 mm atau kunci 12? Cara paling aman adalah membawa contoh baut lamanya, atau mengukurnya dengan jangka sorong seperti dijelaskan di bagian akhir.

Ulir kasar dan ulir halus (drat baut)

Setiap diameter baut metrik punya satu kisar kasar dan satu atau dua kisar halus. Ulir kasar adalah pilihan bawaan yang dipakai di sebagian besar baut di pasaran. Istilah kasar dan halus di sini tidak ada hubungannya dengan mutu pembuatan; yang berbeda hanya jarak antarpuncak ulirnya.

Perbandingan profil ulir kasar M12 kisar 1,75 mm dan ulir halus M12 × 1,25 sepanjang 8,75 mm
Sepanjang 8,75 mm, ulir kasar M12 memuat 5 gang, sedangkan ulir halus M12 × 1,25 memuat 7 gang yang lebih dangkal. Sudut puncak profil ulir metrik ISO 60°. Kredit: Ruang Teknik / Diagram buatan redaksi

Profil ulir metrik ISO bersudut 60°. Karena kedalaman ulir sebanding dengan kisar, ulir halus lebih dangkal sehingga diameter intinya lebih besar daripada ulir kasar berdiameter sama.

Lalu kenapa ulir kasar tetap jadi pilihan utama? Ulir halus dipakai saat kedalaman ulir kasar tidak cocok, misalnya pada pipa berdinding tipis, dan ulir yang sangat halus dipakai di komponen yang rawan kendur akibat getaran. Untuk keperluan umum di lapangan, ulir kasar adalah kisar bawaan, sehingga baut dan mur penggantinya paling mudah dicari.

Hal yang paling sering bikin repot adalah mencampur keduanya. Baut M10 × 1,25 (halus) tidak akan masuk ke mur M10 berkisar 1,5 (kasar) meskipun diameternya sama. Kalau baut terasa seret setelah dua atau tiga putaran, berhenti dan periksa kisarnya, jangan dipaksa dengan kunci. Memaksa berisiko merusak drat baut dan murnya sekaligus. Bila drat dibuat sendiri di mesin bubut, kisar yang dipilih juga harus mengikuti tabel di bawah; langkah kerjanya ada di panduan cara membubut.

Tabel ukuran baut M3 sampai M24: diameter, kisar, dan kunci

Tabel ini merangkum ukuran baut dan kuncinya untuk baut segi enam metrik yang paling sering dipakai. Kisar mengikuti ISO 262, lebar kunci mengikuti ISO 4014/4017 dan DIN 931/933, diameter bor tap diambil dari tabel ulir kasar ISO 724 di Engineering ToolBox (nilai praktis, bukan isi standar), dan luas tegangan tarik mengikuti ISO 898-1 (lihat Sumber).

Tabel 1: Tabel ukuran baut M3 sampai M24: diameter, kisar, dan kunci
M330,50,355,55,52,55,03
M440,70,5773,38,78
M550,80,5884,214,2
M6610,7510105,020,1
M881,251 atau 0,7513136,836,6
M10101,51,25 atau 116178,558,0
M12121,751,5 atau 1,25181910,284,3
M141421,5212212,0115
M161621,5242414,0157
M18182,52 atau 1,5272715,5*192
M20202,52 atau 1,5303017,5245
M22222,52 atau 1,5343219,5303
M242432363621,0353

Sumber: lihat bagian Sumber artikel.

*Bor tap M18 dihitung dengan aturan praktis diameter nominal dikurangi kisar (18 − 2,5 = 15,5 mm) karena tabel rujukan tidak mencantumkan M18. Aturan yang sama menghasilkan angka yang dekat dengan semua baris lain.

Beda kunci ISO dan DIN untuk M10, M12, M14, dan M22

Empat ukuran yang ditebalkan di tabel adalah sumber salah kunci paling umum. DIN 931 (baut bertangkai polos) dan DIN 933 (baut berulir sampai kepala) sudah ditarik; DIN 931-1 digantikan seri ISO 4014, dan DIN 933 adalah versi modifikasi ISO 4017. Menurut catatan distributor Keller & Kalmbach, DIN 933 hanya bersyarat dapat ditukar dengan ISO 4017 karena lebar kuncinya berubah pada M10, M12, M14, dan M22, selebihnya identik. Tabel DIN 931 terhadap ISO 4014 menunjukkan perubahan lebar kunci yang sama:

Tabel 2: Empat ukuran yang ditebalkan di tabel adalah sumber salah kunci paling umum. DIN 931 (baut bertangkai polos) dan DIN 933 (baut berulir sa...
M101716−1
M121918−1
M142221−1
M223234+2

Sumber: lihat bagian Sumber artikel.

Masalahnya, nama DIN 931/933 masih dipakai luas di katalog dan toko, padahal standarnya sudah ditarik. Saat membeli baut berlabel DIN, ukuran kepalanya bisa mengikuti DIN lama atau ISO, sehingga di satu mesin bisa ada baut M12 berkunci 18 bersebelahan dengan M12 berkunci 19. Kami menyarankan satu kebiasaan sederhana: di set kunci bengkel, pastikan kunci 16, 17, 18, 19, 21, dan 22 semuanya ada. Kunci yang 1 mm lebih besar dari lebar kunci kepala tidak duduk rapat di sisi kepala, jadi selalu pakai kunci yang ukurannya sama persis dengan hasil ukur.

Ukuran baut yang paling sering dicari

Ringkasan cepat untuk ukuran yang paling banyak dipakai pada rangka, panel, dan mesin ringan:

  • Baut M4: diameter 4 mm, kisar 0,7 mm, kunci 7 mm.
  • Baut M5: diameter 5 mm, kisar 0,8 mm, kunci 8 mm.
  • Baut M6: diameter 6 mm, kisar 1 mm, kunci 10 mm.
  • Baut M8: diameter 8 mm, kisar 1,25 mm, kunci 13 mm.
  • Ukuran baut M10: diameter 10 mm, kisar 1,5 mm, kunci 16 mm (ISO) atau 17 mm (DIN lama).
  • Baut M12: diameter 12 mm, kisar 1,75 mm, kunci 18 mm (ISO) atau 19 mm (DIN lama).

Untuk sambungan rangka atap ringan, perhatikan bahwa jenis pengencang dan ketebalan profilnya dibahas terpisah di artikel baja ringan.

Kelas kekuatan baut 4.6, 8.8, dan 10.9

Angka seperti 8.8 yang tercap di kepala baut adalah kelas kekuatan menurut ISO 898-1, standar sifat mekanik baut dari baja karbon dan baja paduan. Cara membacanya:

  • Angka pertama × 100 = kuat tarik nominal RmR_m dalam MPa (N/mm²).
  • Angka pertama × angka kedua × 10 = batas leleh nominal dalam MPa. Dari dua aturan ini, angka kedua dibagi 10 adalah rasio batas leleh terhadap kuat tarik (0,6 untuk kelas 4.6, 0,8 untuk kelas 8.8).

Contohnya kelas 4.6: kuat tarik nominal 4 × 100 = 400 MPa dan batas leleh 4 × 6 × 10 = 240 MPa. Untuk kelas 4.6 dan 5.6 yang dipakai adalah batas leleh bawah ReLR_{eL}, sedangkan mulai kelas 8.8 dipakai batas regang 0,2% Rp0,2R_{p0,2}, yaitu tegangan saat regangan permanen (plastis) benda uji mencapai 0,2%.

Tabel 3: Kelas kekuatan baut 4.6, 8.8, dan 10.9
4.6400400240 (ReL)240 (ReL)
8.8, d ≤ 16 mm800800640 (Rp0,2)640 (Rp0,2)
8.8, d > 16 mm800830640 (Rp0,2)660 (Rp0,2)
10.91.0001.040900 (Rp0,2)940 (Rp0,2)

Sumber: lihat bagian Sumber artikel.

Tiga hal praktis yang jarang dibahas:

  1. Rumus cepat di atas adalah taksiran. Rumus itu cukup untuk perkiraan, tetapi nilai minimum di tabel standar untuk sebagian kelas lebih tinggi daripada hasil rumus, seperti terlihat pada 8.8 berdiameter di atas 16 mm (830 MPa, bukan 800 MPa).
  2. Pasangkan dengan mur yang sesuai. Kelas mur ditulis satu angka yang sama dengan angka pertama kelas baut: baut 10.9 dipasangkan dengan mur kelas 10, baut 8.8 dengan mur kelas 8. Tabel pasangan di ISO 898-2 menyebut kelas baut tertinggi untuk tiap kelas mur, jadi mur kelas 8 tidak dimaksudkan untuk baut 10.9.
  3. Baut 10.9 berlapis logam perlu perlakuan khusus. Baut kelas 10.9 dan 12.9 yang dilapis logam dapat dipakai tanpa batasan bila proses pelapisannya disertai langkah pencegahan penggetasan hidrogen sesuai ISO 9587. Saat mengganti baut 10.9 bawaan pabrik dengan baut berlapis, tanyakan kejelasan proses ini ke pemasok.

Baut baja tahan karat tidak memakai sistem 8.8. Kodenya terdiri dari huruf A (baja austenitik), angka jenis baja 1 sampai 5, dan kelas kekuatan 50, 70, atau 80, misalnya A2-70 atau A4-80. Sifat mekaniknya diatur oleh ISO 3506-1, standar yang juga dirujuk ISO 4014 dan ISO 4017 untuk baut stainless.

Beban tarik minimum per ukuran dan kelas menurut tabel ISO 898-1 (ulir kasar):

Tabel 4: Beban tarik minimum per ukuran dan kelas menurut tabel ISO 898-1 (ulir kasar)
M68,0416,120,9
M814,629,238,1
M1023,246,460,3
M1233,767,487,7
M1662,8125163
M2098,0203255
M24141293367

Sumber: lihat bagian Sumber artikel.

Angka ini adalah gaya tarik saat baut putus, bukan beban kerja yang diizinkan. Untuk baut kelas 8.8 yang dipakai pada sambungan struktur, rujukan yang sama mencatat nilai berbeda untuk M12 dan M16 (70,0 kN dan 130 kN), jadi baut struktur sebaiknya dipilih dari standar baut struktur, bukan dari tabel umum ini.

Contoh hitungan tegangan tarik baut kelas 8.8

Tegangan tarik pada baut dihitung dari gaya tarik dibagi luas tegangan tarik (stress area), bukan luas lingkaran diameter nominal. Bagian terlemah baut ada di dasar ulir, sehingga luas yang dipakai lebih kecil dari luas batang polos.

σ=FAs\sigma = \frac{F}{A_s}

dengan σ\sigma = tegangan tarik pada baut (MPa atau N/mm²), FF = gaya tarik aksial (N), dan AsA_s = luas tegangan tarik ulir (mm²).

Luas tegangan tarik menurut ISO 898-1:

As=π4(d2+d32)2A_s = \frac{\pi}{4}\left(\frac{d_2 + d_3}{2}\right)^2

dengan AsA_s = luas tegangan tarik nominal (mm²), d2d_2 = diameter efektif (pitch diameter) ulir luar (mm), dan d3d_3 = diameter inti ulir luar untuk perhitungan tegangan (mm). Keduanya diturunkan dari diameter nominal dd (mm) dan kisar PP (mm): d2=d−0,649519 Pd_2 = d - 0{,}649519\,P, d1=d−1,082532 Pd_1 = d - 1{,}082532\,P, dan d3=d1−H/6d_3 = d_1 - H/6, dengan d1d_1 = diameter kecil dasar ulir (mm) dan H=0,866025 PH = 0{,}866025\,P = tinggi segitiga dasar profil ulir (mm).

Contoh hitungan

Menghitung luas tegangan tarik baut M8 × 1,25

  1. Diketahui d = 8 mm dan P = 1,25 mm

  2. d₂ = 8 − 0,649519 × 1,25 = 8 − 0,8119 = 7,1881 mm

  3. d₁ = 8 − 1,082532 × 1,25 = 8 − 1,3532 = 6,6468 mm

  4. H = 0,866025 × 1,25 = 1,0825 mm, sehingga H/6 = 0,1804 mm

  5. d₃ = 6,6468 − 0,1804 = 6,4664 mm

  6. (d₂ + d₃)/2 = (7,1881 + 6,4664)/2 = 6,8273 mm

  7. As = 0,7854 × 6,8273² = 0,7854 × 46,612 = 36,61 mm²

Hasil

As ≈ 36,6 mm², sama dengan angka di tabel ISO 898-1

Sekarang pakai angka itu untuk kasus nyata. Misalkan sebuah baut M8 kelas 8.8 ditarik dengan gaya tarik aksial 15 kN, misalnya pada uji tarik di laboratorium.

Contoh hitungan

Tegangan tarik baut M8 kelas 8.8 dengan gaya 15 kN

  1. Kelas 8.8: Rm = 8 × 100 = 800 MPa dan Rp0,2 = 0,8 × 800 = 640 MPa

  2. Luas tegangan tarik M8: As = 36,6 mm²

  3. Gaya tarik: F = 15 kN = 15.000 N

  4. Tegangan: σ = 15.000 N / 36,6 mm² = 409,8 MPa

  5. Gaya saat mulai leleh: 640 MPa × 36,6 mm² = 23.424 N ≈ 23,4 kN

  6. Gaya putus minimum: 800 MPa × 36,6 mm² = 29.280 N ≈ 29,3 kN (tabel ISO 898-1: 29,2 kN)

  7. Rasio terhadap leleh: 640 / 409,8 = 1,56

Hasil

σ ≈ 410 MPa, di bawah batas leleh 640 MPa; rasio 1,56 ini bukan faktor keamanan desain

Satu insight dari contoh ini: menaikkan kelas dari 8.8 ke 10.9 pada M8 menaikkan gaya putus minimum dari 29,2 kN ke 38,1 kN, atau sekitar 30%. Menaikkan ukuran dari M8 ke M10 pada kelas yang sama menaikkan gaya putus minimum dari 29,2 kN ke 46,4 kN, atau sekitar 59%. Pada contoh M8 ini, bila lubangnya masih memungkinkan, naik satu ukuran memberi tambahan gaya putus yang lebih besar daripada naik satu kelas.

Diagram batang beban tarik minimum baut M8 dan M10 untuk kelas 4.6, 8.8, dan 10.9 menurut ISO 898-1
Beban tarik minimum M8 dan M10 dari tabel ISO 898-1. Naik ukuran dari M8 ke M10 menambah gaya putus lebih banyak daripada naik kelas dari 8.8 ke 10.9. Kredit: Redaksi Ruang Teknik, diagram buatan sendiri

Cara mengukur baut dengan jangka sorong dan pengukur ulir

Baut tanpa kemasan atau mur dari mesin bekas bisa diidentifikasi dengan jangka sorong dan pengukur ulir (pitch gauge, bilah bergerigi berangka kisar).

Pengukur ulir lipat dengan dua kipas bilah bergerigi untuk ulir metrik dan Whitworth, tergeletak terbuka di atas permukaan datar
Pengukur ulir (screw pitch gauge) berisi bilah-bilah bergerigi untuk ulir metrik dan Whitworth. Bilah yang giginya duduk rapat di ulir baut menunjukkan kisarnya. Foto: Mauro Cateb / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0
  1. Langkah 1: Bersihkan ulirnya

    Sikat karat dan sisa oli. Kotoran di dasar ulir membuat pengukur ulir tidak bisa duduk rapat.

  2. Langkah 2: Ukur diameter luar

    Jepit puncak ulir dengan rahang luar jangka sorong. Hasilnya biasanya sedikit di bawah angka nominal karena diameter nominal adalah batas atas ulir luar. Bulatkan ke ukuran terdekat di tabel: hasil yang sedikit di bawah 8 mm tetap berarti M8.

  3. Langkah 3: Ukur kisar

    Tempelkan bilah pengukur ulir di sepanjang ulir sampai giginya masuk rapat tanpa celah saat dilihat melawan cahaya, lalu baca angka di bilah. Tanpa pengukur ulir, ukur panjang 10 gang dengan jangka sorong lalu bagi 10. Contoh: 10 gang sepanjang 12,5 mm berarti P = 1,25 mm (M8 kasar), sedangkan 10 gang sepanjang 10 mm berarti P = 1 mm (M8 × 1 halus).

  4. Langkah 4: Ukur panjang

    Untuk kepala segi enam, ukur dari bawah kepala sampai ujung. Untuk kepala benam, ukur dari permukaan atas kepala sampai ujung.

  5. Langkah 5: Ukur lebar kunci

    Jepit dua sisi sejajar kepala. Pada M10, hasil 16 mm berarti dimensi ISO, 17 mm berarti dimensi DIN lama.

  6. Langkah 6: Ukur mur atau lubang berulir

    Ukur diameter lubangnya dengan rahang dalam jangka sorong. Angka yang didapat mendekati diameter kecil ulir dalam, yaitu D1=D−1,082532 PD_1 = D - 1{,}082532\,P, dengan DD = diameter nominal (mm) dan PP = kisar (mm). Mur M10 kasar, misalnya, berlubang sekitar 10 − 1,624 = 8,38 mm, jadi jangan mengira itu mur M8.

Ingin tahu berat baut atau batang ulir yang akan dibawa ke lokasi? Volumenya bisa dikalikan dengan berat jenis baja, seperti dijelaskan di artikel berat jenis baja.

Konversi baut inci ke mm (1/2 inch berapa mm)

Satu inci didefinisikan tepat 25,4 mm, sehingga 1/2 inci = 12,7 mm. Konversi diameter baut inci yang paling sering ditanyakan:

Tabel 5: Satu inci didefinisikan tepat 25,4 mm, sehingga 1/2 inci = 12,7 mm. Konversi diameter baut inci yang paling sering ditanyakan
1/4"6,35M6
5/16"7,94M8
3/8"9,53M10
1/2"12,70M12
5/8"15,88M16
3/4"19,05M20

Sumber: lihat bagian Sumber artikel.

"Terdekat" di sini hanya soal diameter, bukan berarti bisa ditukar. Ulir inci standar UNC ditulis dalam gang per inci (TPI). Baut 1/2 inci UNC punya 13 gang per inci, artinya kisarnya sekitar 1,954 mm, sementara M12 berkisar 1,75 mm dan M14 berkisar 2 mm. Baut 1/2 inci tidak akan masuk dengan benar ke mur M12 maupun M14. Untuk mengonversi satuan lain dengan cepat, gunakan alat konversi satuan.

Standar yang dipakai di Indonesia

Di katalog Badan Standardisasi Nasional, baut dan mur segi enam untuk penggunaan umum diatur oleh SNI 0661:2008 (Baut dan mur segi-enam untuk penggunaan umum), berstatus berlaku dan disusun oleh Komite Teknis 21-01 Permesinan dan produk permesinan. Redaksi belum menemukan adopsi langsung ISO 261, ISO 262, ISO 898-1, ISO 4014, atau ISO 4017 dengan nomor "SNI ISO" di katalog BSN yang bisa diakses saat artikel ini disusun. Karena itu tabel di halaman ini merujuk langsung ke standar ISO. Untuk pengadaan atau tender, selalu ikuti standar yang tertulis di spesifikasi teknis proyek, dan periksa nomor terbaru di Akses SNI BSN.

Ringkasnya: baca kode ukuran baut (diameter, kisar, panjang), cek kunci ISO atau DIN pada empat ukuran yang berbeda, dan lihat cap kelas di kepala baut sebelum memakainya menahan beban.

Lembar Hitung terkait

Lembar Hitung

Konversi satuan teknik

Ubah satuan tekanan, daya, panjang, luas, volume, torsi, debit, massa, gaya, energi, dan suhu.

Buka alat

Pertanyaan umum

Baut M8 pakai kunci berapa?

Kunci 13 mm. Untuk M8, lebar kunci baut segi enam menurut ISO 4014/4017 dan DIN 931/933 sama-sama 13 mm, jadi tidak ada perbedaan antara baut ISO dan baut DIN lama.

Ukuran baut M10 kuncinya 16 atau 17?

Dua-duanya ada. Baut M10 menurut ISO 4014/4017 memakai kunci 16 mm, sedangkan baut DIN 931/933 lama memakai kunci 17 mm. Ukur jarak dua sisi sejajar kepala dengan jangka sorong sebelum memilih kunci.

Apa arti angka 8.8 di kepala baut?

Angka 8.8 adalah kelas kekuatan menurut ISO 898-1. Angka pertama dikali 100 memberi kuat tarik nominal 800 MPa, dan angka kedua (0,8) adalah rasio batas leleh terhadap kuat tarik, sehingga batas lelehnya 0,8 × 800 = 640 MPa.

1/2 inch berapa mm, dan apakah sama dengan baut M12?

1/2 inci sama dengan 12,7 mm karena 1 inci didefinisikan tepat 25,4 mm. Baut 1/2 inci tetap tidak bisa ditukar dengan M12 karena ulir UNC 1/2 inci memiliki 13 gang per inci (kisar sekitar 1,95 mm), sedangkan M12 berkisar 1,75 mm.

Bagaimana membedakan drat baut kasar dan halus?

Ukur kisarnya dengan pengukur ulir, atau ukur panjang 10 gang dengan jangka sorong lalu bagi 10. Bila hasilnya sama dengan kisar kasar di tabel (misalnya 1,25 mm untuk M8), baut itu berulir kasar; bila lebih kecil (1 atau 0,75 mm untuk M8), baut itu berulir halus.

Yang disebut baut 12 itu M12 atau kunci 12?

Bisa keduanya, jadi pastikan dulu. Sebutan baut 10, baut 12, atau baut 14 bisa berarti diameter (M10, M12, M14) atau ukuran kunci yang dipakai untuk membukanya. Kunci 12 tidak cocok dengan baut ISO mana pun di rentang M3 sampai M24, tetapi tercantum untuk M8 pada seri baut kepala kecil JIS B 1180.

Berapa beban tarik baut M8 kelas 8.8?

Menurut tabel ISO 898-1 untuk ulir kasar, beban tarik minimum saat putus M8 kelas 8.8 adalah 29,2 kN dan beban ujinya (proof load) 21,2 kN. Dengan luas tegangan tarik 36,6 mm² dan batas leleh 640 MPa, baut mulai leleh di sekitar 23,4 kN. Angka-angka ini bukan beban kerja yang diizinkan, jadi jangan kamu pakai langsung sebagai dasar desain sambungan.

Apa arti kode A2-70 pada baut stainless?

Baut baja tahan karat tidak memakai sistem 8.8, tetapi kode menurut ISO 3506-1. Huruf A berarti baja austenitik, angka 2 adalah jenis bajanya (rentang 1 sampai 5), dan 70 adalah kelas kekuatannya (pilihan 50, 70, atau 80). Contoh lain yang sering kamu temui adalah A4-80.

Sumber

  1. ISO metric screw thread (tabel ISO 262, penulisan kode, dan lebar kunci ISO 4014 vs DIN 934) Wikipedia (en.wikipedia.org), diakses
  2. ISO 4014 - Hexagon head bolts with shank (tabel dimensi DIN 931 dan ISO 4014) fasteners.eu (fasteners.eu), diakses
  3. DIN 933 Sechskantschraube: catatan perubahan lebar kunci M10, M12, M14, M22 terhadap ISO 4017 Keller & Kalmbach (keller-kalmbach.de), diakses
  4. Metric Bolt Strength: Minimum Ultimate Tensile and Proof Loads The Engineering ToolBox (engineeringtoolbox.com), diakses
  5. ISO 724 - Metric Threads (kisar, bor tap, luas tegangan tarik) The Engineering ToolBox (engineeringtoolbox.com), diakses
  6. Threaded Bolts - Stress Area (rumus luas tegangan tarik ISO 898-1) The Engineering ToolBox (engineeringtoolbox.com), diakses
  7. Festigkeitsklasse (Tabel 3 ISO 898-1: kuat tarik dan batas leleh per kelas) Wikipedia bahasa Jerman (de.wikipedia.org), diakses
  8. Dehngrenze (definisi batas regang 0,2% Rp0,2) Wikipedia bahasa Jerman (de.wikipedia.org), diakses
  9. Schraube (kode baut baja tahan karat A2-70 menurut ISO 3506-1) Wikipedia bahasa Jerman (de.wikipedia.org), diakses
  10. Unified Thread Standard (ukuran dan gang per inci ulir UNC) Wikipedia (en.wikipedia.org), diakses
  11. Guide for the Use of the International System of Units (SI), NIST Special Publication 811, Appendix B.8 National Institute of Standards and Technology (NIST) (nvlpubs.nist.gov), diakses
  12. How to Measure a Fastener Belmetric (belmetric.com), diakses
  13. JIS B 1180 (AT2.1) - 1994 Small Hexagon Head Bolts, Finished Global Fastener (globalfastener.com), diakses

Tim Redaksi Ruang Teknik

Tim redaksi

Tim Redaksi Ruang Teknik menulis dan memperbarui artikel, tabel standar, dan halaman rumus di situs ini. Setiap angka, rumus, dan tabel dicocokkan dengan sumber resmi yang dikutip di halaman yang sama, mengikuti Pedoman Redaksi.

Pemeriksaan sumber

Angka, rumus, dan tabel di halaman ini dicocokkan redaksi dengan sumber resmi yang dikutip, lengkap dengan edisinya.

Terakhir diperiksa 15 Okt 2026

Artikel terkait